Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan

10 Langkah Mudah Meningkatkan Kepercayaan Diri

10 Langkah Mudah Meningkatkan Kepercayaan Diri

December 29, 2011 No Comments
tampil percaya diri
Kepercayaan diri menjadi salah satu penentu dalam kita menjalani hari dan kehidupan. Orang dengan kepercayaan diri yang tinggi biasanya mudah bergaul dan mendapat teman. Mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih baik dengan teman sebaya dan orang dewasa. Mereka merasa lebih bahagia, lebih mudah menerima kesalahannya, berurusan dengan kegagalan dan kekecewaan, dan cenderung mampu bertahan pada sesuatu hingga berhasil (meski pernah gagal). Memang dibutuhkan usaha untuk mengembangkan kepercayaan diri, tapi jika Anda berhasil melakukannya, Anda memiliki modal besar untuk bahagia dengan kehidupan Anda. 
Kepercayaan diri menyangkut seberapa besar kita merasa dihargai, dicintai, diterima, dan dianggap baik oleh orang lain. Namun fakta yang sering tak kita sadari adalah, kepercayaan diri sebenarnya ditentukan oleh seberapa banyak kita menghargai, mencintai, dan menerima diri sendiri. Ya, diri sendiri.
Seorang pribadi dengan kepercayaan diri yang sehat, akan mampu merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Mereka menghargai nilai-nilai yang mereka pilih atau percayai, mereka juga bangga pada kemampuan, keterampilan, dan prestasi yang dimiliki. Orang kepercayaan dirinya rendah mungkin merasa seolah-olah tidak akan ada yang menyukai dirinya, atau tak ada yang mau menerima dia. Buruknya lagi, dia merasa tidak dapat melakukan apapun dengan baik. Oh, betapa ia menyia-nyiakan dirinya sendiri… .
Nah, Anda tidak ingin hal-hal buruk akibat kepercayaan diri yang rendah mengacaukan hidup Anda yang berharga, bukan? Jika Anda ingin meningkatkan kepercayaan diri Anda, berikut adalah beberapa langkah untuk mulai memberdayakan diri sendiri:
1.      Cobalah untuk berhenti berpikir negatif tentang diri Anda. Jika selama ini Anda terbiasa fokus pada kekurangan Anda, mulai sekarang, berpikirlah  tentang hal-hal positif yang Anda miliki. Yakinlah, Anda memiliki lebih banyak hal positif dan lebih penting. Ketika Anda sedang merasa kurang percaya diri, lawanlah dengan mengatakan sesuatu yang positif tentang diri Anda. Setiap hari, tuliskan tiga hal tentang diri Anda yang membuat Anda bahagia.
2.      Cobalah hal-hal baru. Mencobai sesuatu yang baru dapat merangsang Anda mengenali kemampuan-kemampuan yang tadinya tak Anda sadari. Berbanggalah dengan kemampuan-kemampuan baru itu.
3.      Bangga dengan pendapat dan ide-ide Anda. Jangan takut untuk menyuarakan mereka.
4.      Tentukan tujuan. Pikirkan tentang apa yang Anda ingin capai, kemudian buatlah rencana bagaimana melakukannya. Setialah pada rencana Anda, dan ikuti setiap kemajuannya.
5.      Kejarlah prestasi, BUKAN kesempurnaan. Beberapa orang menjadi tak bisa berbuat apapun karena mengejar kesempurnaan. Daripada menahan kemajuan diri dengan pikiran seperti, “Aku tidak akan main musik lagi sampai punya gitar baru;lebih baik pikirkan hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan baik, tentang apa yang Anda sukai, dan lakukan saja.
6.      Lihat kesalahan sebagai kesempatan belajar. Terimalah bahwa Anda melakukan kesalahan sebagaimana semua orang pernah melakukannya. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Ingatkan diri Anda bahwa bakat seseorang terus-menerus berkembang, dan semua orang memiliki kelebihan pada hal-hal yang berbeda – itu yang membuat orang yang menarik.
7.      Berikan kontribusi. Membantu membersihkan lingkungan, membantu teman yang sedang kesulitan, atau menjadi sukarelawan (volunteer) pada lembaga sosial, adalah beberapa pilihan. Dengan demikian Anda telah membuat perbedaan, dan bahwa bantuan Anda tersebut dihargai tentu akan meningkatkan kepercayaan diri Anda.
8.      Olahraga! Olahraga dapat meredakan stres, dapat membuat Anda lebih sehat dan lebih bahagia.
9.      Kenali apa yang bisa Anda ubah, dan apa yang tidak bisa. Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak puas dengan sesuatu pada diri Anda (dan itu bisa diubah), lakukan perubahan hari ini juga! Jika sesuatu yang kurang memuaskan Anda itu tidak bisa Anda ubah (misal: tinggi badan), maka lebih baik mulailah untuk berusaha menerima diri apa adanya.
10.    Bersenang-senang!Nikmatilah waktu bersama dengan orang-orang yang Anda sayangi, lakukanlah hal-hal yang Anda sukai. Santai, nikmatilah hidup Anda.
Tidak pernah ada kata terlambat untuk meningkatkan kepercayaan diri yang sehat. Memang ada beberapa luka emosional yang dalam yang kadang meluluhlantakkan kepercayaan diri seseorang. Sebagai contoh, peristiwa perkosaan, korban kekerasan dalam pacaran, juga hilangnya anggota badan. Untuk kasus semacam ini, bantuan profesional seperti psikolog, konselor atau terapis dibutuhkan. Para ahli profesional ini akan bertindak sebagai pemandu, membantu orang belajar untuk mencintai diri sendiri dan menyadari hal-hal unik dan spesial yang ada pada dirinya.

Tips Atasi Rasa Malu

Tips Atasi Rasa Malu

January 8, 2012 No Comments

Pernah kelepasan bicara lalu ditertawakan teman-teman? Atau Anda malu dengan bentuk tubuh Anda?
Merasa malu adalah sesuatu yang manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, bukan? Masalahnya adalah, kalau Anda terlalu mudah merasa malu kemudian ini menghambat pergaulan sosial Anda. Ketidakmampuan mengelola rasa malu menjadikan seseorang tampak canggung dan kadang… konyol. Lalu beberapa orang memilih untuk menyembunyikan dirinya sendiri. Wah, sepertinya kita perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini!

Malu dan Akar Penyebabnya
Malu tak lain adalah perasaan yang muncul ketika seseorang mengevaluasi tindakan, perasaan, atau perilakunya dan menyimpulkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang keliru, kurang benar, atau tidak sesuai *. Walau pada tingkatan tertentu merasa malu merupakan sesuatu yang wajar, namun ada kalanya malu menyebabkan orang merasa takut atau segan untuk terbuka kepada orang lain.
Dari mana rasa malu itu datang, mungkin Anda mengenali beberapa poin berikut:
a. Merasa telah melakukan sesuatu kekonyolan atau kebodohan, apalagi di depan orang yang penting buat Anda. Seperti: tak sengaja menumpahkan kopi di baju bos Anda.
b. Melakukan sesuatu yang tidak dinilai tidak sesuai dengan norma sekitar. Misalnya kentut bersuara di saat rapat penting.
c. Gagal menyesuaikan tindakan dengan standar yang Anda tetapkan sendiri. Sebagai contoh, Anda ingin menampilkan kesan sebagai orang yang lucu, tetapi setiap kali Anda melemparkan lelucon tak ada seorang pun yang tertawa.
Mudahnya rasa malu muncul pada seseorang sebenarnya diperoleh melalui proses belajar. Biasanya  berawal dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan seperti diejek teman, atau dikritik orang lain. Untuk menghindari pengalaman yang tidak mengenakkan itu, kemudian orang tersebut cenderung melihat dirinya dengan sangat teliti, ‘Apakah aku sudah berkata dengan benar?’, ‘Apakah  cara berpakaianku tidak aneh?’, dan semacamnya.

Akibat dan Cara Mengatasi Malu
Kepekaan yang berlebihan terhadap rasa malu membuat seseorang merasa cemas terus menerus dan takut berhubungan dengan orang lain.Kadang dia juga cenderung menjengkelkan karena menyalahkan orang lain atau situasi yang terlibat dalam munculnya rasa malu itu. Akibat lebih parah lagi, orang tersebut jadi lebih sering menyendiri dan takut melakukan segala sesuatu.
Anda tentu pernah melakukan kekonyolan, bukan? Lalu bagaimana caranya untuk mengelola rasa malu itu agar tidak merusak? Cobalah cara berikut ini:
1. Buat komentar yang lucu untuk peristiwa yang memalukan itu dan tertawalah bersama yang lainnya. Selain rasa malu berkurang atau tersamarkan, Anda mendapat nilai plus dari hadirin sekitar karena bisa mentertawakan diri sendiri.
2. Ubah tema pembicaraan. Dengan begitu, Anda memegang kontrol atas situasi saat itu.
3. Kalau Anda dipermalukan orang lain, ambil nafas dan cobalah berpikir positif. Anggap saja orang itu memperhatikan Anda dan ingin Anda berkembang.
4. Jika Anda merasa malu karena merasa telah melakukan kekeliruan, STOP! Hentikan pikiran yang berfokus pada diri sendiri. Tak apa melakukan kesalahan sekali waktu. Bahkan mungkin orang lain tak menganggap kekeliruan Anda itu sebagai suatu kekonyolan lho… .
Well, Anda boleh merasa malu, tapi letakkanlah pada tempatnya. Ada saatnya rasa malu ditolerir atau diperbolehkan, namun ada pula saatnya rasa malu harus dikelola. Dengan meletakkan rasa malu pada tempatnya, Anda telah selangkah lebih dewasa.
————————————
Bacaan:
* Lewis (1993) dalam Strongman, 2003. The Psychology of Emotion.
** Lailaningtyas & Theodorus. 2008. Bebaskan Ekspresimu: Cara Cerdas Mengelola Emosi bagi Remaja. Yogyakarta: Penerbit Andi

Kriteria Pasangan yang Anda Dambakan?

Kriteria Pasangan yang Anda Dambakan?

December 19, 2011 No Comments
Menyaksikan kuda yang terlatih bersama penunggangnya, Anda akan mendapatkan kesan bahwa entah bagaimana keduanya terlebur menjadi satu. Menunggang kuda bukan sesuatu yang mudah dilakukan oleh setiap orang. Bagi mereka yang telah menguasai seni menunggang kuda, pengalaman adalah hadiahnya. Ada kegairahan menguasai kuda agar mematuhi semua perintah Anda. Penunggang kuda terbaik mengakui bahwa ketika berada di atas sadel, seolah-olah kuda telah menjadi perpanjangan dari dirinya.
Jika Anda seorang penunggang kuda dalam suatu pertunjukan dan dapat memilih kuda, apa jenis kuda yang akan Anda pilih?
  1. Kuda anggun dengan otot yang kuat.
  2. Kuda yang menyenangkan dengan tatapan mata indah.
  3. Kuda keturunan ningrat.
  4. Satu-satunya kuda yang tidak hanya pandai, tapi juga anggun.
 ———————————————————————————–
Seekor kuda adalah seekor kuda. Kuda menunjukkan seks di alam bawah sadar Anda. Dalam memilih kuda, Anda mendasarkan pilihan sesuai kriteria pasangan yang didambakan. Jenis kuda yang dipilih berhubungan dengan nilai jual Anda dalam menarik lawan jenis. Tentu saja bagaimana seluruh dunia melihat segala sesuatu kadang-kadang merupakan masalah yang lain sama sekali.
1. Kuda  anggun dengan otot yang kuat
Anda paling percaya diri dengan penampilan: kulit indah, tubuh bagus, rambut sempurna. Anda tahu caranya terlihat baik. Anda merasa senang dengan itu. Kepercayaan diri bahkan ditunjang oleh kenyataan. Tapi benar  tidaknya itu, Anda harus menyadari bahwa penunggang kuda terbaik memilih kuda berdasarkan kualitas, bukan sekedar penampilan dalam pertunjukan. Saat lomba pacuan tiba, Anda diharapkan menunjukkan kemampuan.
2. Kuda yang menyenangkan dengan tatapan mata indah
Anda ingin dikenal penuh humor, menarik, dan jenaka. Tidak diragukan lagi bahwa Anda sangat pandai bersenda gurau dan membuat percakapan menjadi menarik. Tapi ingatlah, lelucon terkadang menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Lebih bijaksana jika Anda sekali-kali melihat ke sekitar dan memantau apakah Anda adalah satu-satunya orang yang tertawa.
3. Kuda keturunan ningrat
Berpengalaman dan keturunan unggul adalah kualitas yang membedakan Anda dari orang lain. Demikian juga dengan keyakinan Anda. Latar belakang seperti ini sebenarnya membuat Anda sedikit manja atau sombong. Keturunan yang baik terlihat pada karakter. Itulah sesuatu yang harus Anda biarkan agar orang lain menemukannya dalam diri Anda.
4. Satu-satunya kuda yang tidak hanya pandai, tapi juga anggun
Apapun titik kelemahan Anda yang mungkin ada, kurang percaya diri bukanlah salah satunya. Anda mungkin secara fakta indah dan pandai. Anda bahkan mungkin mempesona, lucu dan atletis. Tapi penilaian Anda yang tinggi terhadap diri sendiri juga dapat membuat jarak antara Anda dengan orang lain. Jangan berusaha terlalu keras mengesankan orang-orang. Anda tidak harus membuktikan apa-apa. Lagipula, jika bukan karena sifat terlalu percaya diri, Anda mungkin telah menjadi sempurna.

trik anak sering menonton televisi

Lastri Marselina - Okezone
42-17301580DISURUH mandi susah, disuruh belajar jawabnya nanti dulu, itukah yang Anda alami setiap hari akibat sang anak keasyikan nonton acara televisi? Anda tidak sendirian, nyatanya tayangan televisi mampu membius anak-anak untuk tetap memelototi benda kotak itu.

Latihan Menulis Bantu Wanita Atasi Stereotipe Gender

Latihan Menulis Bantu Wanita Atasi Stereotipe Gender

Latihan menulis singkat dapat membantu para wanita di kelas fisika perguruan tinggi untuk meningkatkan performa akademik mereka serta mengurangi beberapa perbedaan antara mahasiswa dan mahasiswi, menurut penelitian baru.

Latihan Menulis Membantu Wanita Mengatasi Stereotipe Gender
Foto: Wikimedia

Latihan menulis terebut nampaknya secara khusus menguntungkan para mahasiswi yang cenderung percaya dengan stereotipe negatif bahwa para pria lebih baik dalam fisika, kata para peneliti.

Faktanya, kesadaran mengenai jurang pemisah gender ini dapat secara negatif mempengaruhi performa para wanita dalam ujian fisika mereka. Namun latihan menulis yang agak sederhana ini yang difokuskan pada mereafirmasi nilai inti individual, ternyata mempersempit jurang pemisah tersebut dan menyeimbangkan ruang gerak bagi para wanita yang mendapati diri mereka berada dalam demografis (gender) yang sering distereotipekan ini.

Menurut pandangan penelitian mereka, Akira Miyake dari Universitas Colorado di Boulder bersama para kolega di Colorado dan California mengimplikasikan bahwa latihan-latihan afirmasi nilai yang serupa kemungkinan dapat membantu menutup jurang pemisah gender lebih dekat lagi. Penelitian mereka dipublikasikan di jurnal Science edisi 26 November yang dipublikasikan oleh AAAS, organisasi nirlaba sains.

"Pengantar mata kuliah yang kami investigasi dalam penelitian ini diperuntukkan bagi mahasiswa/i yang berencana menggeluti bidang sains," tutur Miyake. "Jadi, para wanita dalam mata kuliah tersebut mungkin: menguasai dengan baik pelajaran-pelajaran sains SMA, tertarik dengan sains, dan sangat termotivasi untuk mengerjakan dengan baik. Faktanya bahwa pengurangan besar dalam jurang pemisah gender bagi para wanita yang sudah tidak lagi terpengaruh dengan stereotipe tersebut, memberitahukan anda bahwa beberapa proses psikologis mempengaruhi performa para wanita dalam ujian dan betapa kuatnya pengaruh tersebut."

Eksperimen baru ini menindaklanjuti penelitian sebelumnya oleh para peneliti yang sama tentang efek-efek jangka panjang positif dari latihan menulis serupa terhadap para pelajar Amerika ras Afrika kelas tujuh di sekolah negeri.

Dalam penelitian baru, Miyake dan para koleganya menguji 399 mahasiswa dan mahasiswi dalam kelas pengantar fisika. Selama minggu pertama dan keempat, para peneliti meminta kelompok mahasiswa/i yang dipilih secara acak untuk menuliskan nilai-nilai pribadi penting mereka, seperti teman-teman dan keluarga, selama 15 menit. Mahasiswa/i lainnya secara acak ditempatkan dalam sebuah kelompok kontrol dan diminta untuk menulis nilai-nilai pribadi mereka yang paling kurang penting serta menjelaskan mengapa mereka mungkin penting bagi orang lain.

Latihan afirmasi nilai ternyata menjadi intervesi yang memberi harapan yang nampaknya menyediakan dorongan yang bisa diukur bagi wanita (tapi tidak untuk pria) baik selama ujian pilihan ganda dalam kelas maupun ujian nasional mengenai penguasaan konseptual fisika, kata para peneliti.

Latihan menulis membantu mereduksi perbedaan antara performa akademik pria dan wanita dalam kelas fisika selama 15 minggu. Lebih banyak wanita memperoleh nilai B dalam kelompok afirmasi ketimbang yang ada dalam kelompok kontrol, dan lebih banyak wanita yang mendapatkan nilai C di kelompok kontrol ketimbang yang ada di kelompok afirmasi. Hasil dari survey yang diberikan kepada para mahasiswa/i mengindikasikan bahwa hasil peningkatan akademik paling jelas terlihat pada para wanita yang meyakini bahwa para pria umumnya lebih baik dalam fisika. Pada kelompok kontrol, nilai ujian para wanita cenderung menurun ketika tingkat pengakuan terhadap stereotipe tersebut meningkat. Namun, hubungan negatif antara pengakuan stereotipe dan nilai ujian ini tidak ditemukan pada kelompok afirmasi. Miyake mengatakan: "Hasil ini memberitahukan kita bahwa menulis karangan afirmasi diri meningkatkan performa ujian para wanita dengan cara mengurangi keresahan mereka yang berhubungan dengan sudut pandang negatif stereotipe tentang para wanita dalam sains."

"Bayangkan mendapatkan nilai B dalam kelas tersebut bukannya C," tutur Miyake. "Perbedaan tersebut secara psikologis besar bagi para wanita yang ingin menggeluti bidang sains, sekalipun karir dalam sains. Hal tersebut memberikan anda dorongan percaya diri sangat besar dan mungkin memotivasi anda untuk mengambil lebih banyak mata kuliah sains."

"Walaupun penemuan kami memberi harapan, saya ingin mengingatkan bahwa nilai-nilai intervensi afirmasi bukanlah sebuah peluru perak yang secara ajaib membuat jurang pemisah gender lenyap sama sekali," simpul Miyake. "Situasinya lebih rumit dari itu, dan ada banyak faktor yang mempengaruhi jurang pemisah gender pada beberapa disiplin ilmu. Namun, nilai-nilai intervensi afirmasi ini memberi harapan terlebih lagi jika digabungkan dengan sejenis reformasi pendidikan yang diketahui meningkatkan proses belajar semua mahasiswa/i. Asalkan kami menciptakan kesempatan-kesempatan kaya belajar bagi semua mahasiswa/i, intervensi-intervensi psikologis seperti ini bisa membantu menjadikan berbagai mata kuliah sains yang menantang dan mungkin menakutkan ini lebih kurang menakutkan dan lebih bisa diakses oleh sebagian besar populasi mahasiswa/i, sesuatu yang belum pernah terjadi juga dipersiapkan atau didukung dalam lingukangan-lingkungan ini."

Manfaat Tidur Malam Bagi Kecakapan Balita

Manfaat Tidur Malam Bagi Kecakapan Balita

Pada usia satu dan satu setengah tahun, balita yang waktu tidurnya lebih banyak di malam hari (daripada siang hari) lebih baik dalam berbagai bidang kecakapan daripada anak-anak yang tidak banyak tidur di malam hari.

Manfaat Tidur Malam Bagi Kecakapan Balita
Foto: Flickr

Penemuan tersebut merupakan hasil penelitian longitudinal baru yang diselenggarakan oleh para peneliti di Universitas Montreal dan Universitas Minnesota.

Studi tersebut yang melibatkan 60 orang anak-anak berumur 1, 1-1/2 dan 2 tahun meneliti pengaruh tidur balita terhadap fungsi eksekutif. Pada anak-anak fungsi eksekutif termasuk kemampuan mengontrol impuls-impuls, mengingat, dan menunjukkan fleksibilitas mental. Fungsi eksekutif berkembang cepat pada usia antara 1 dan 6 tahun, tapi masih sedikit yang diketahui mengapa anak-anak tertentu lebih baik dari lainnya dalam memperoleh kecakapan-kecakapan ini.

"Kami menemukan bahwa tidur balita berhubungan dengan fungsi kognitif yang tergantung pada struktur otak yang berkembang cepat dalam dua tahun pertama kehidupan anak," jelas Annie Bernier yang merupakan profesor psikologi di Universitas Montreal yang mempimpin studi tersebut, seperti yang dikutip dari ScienceDaily (16/11/10). "Hal ini bisa saja mengimplikasikan bahwa tidur malam dalam masa balita memicu pergerakan aliran efek-efek saraf yang memiliki implikasi-implikasi terhadap kecakapan eksekutif nantinya."

Ketika anak-anak berumur 1 dan 1-1/2 tahun, para ibu mengisi buku harian tidur untuk tiga hari yang termasuk pola jam demi jam, tidur sebentar di siang hari, dan terbangun di malam hari. Ketika anak-anak tersebut berusia 1-1/2 dan 2 tahun, para peneliti mengukur kemampuan kecakapan anak-anak tersebut yang mencakup fungsi eksekutif.

Anak-anak yang banyak tidur di malam hari melakukan aktifitas-aktifitas tersebut lebih baik khususnya yang melibatkan kontrol impuls. Hubungan antara tidur dan kecakapan-kecakapan tersebut tetap ada bahkan setelah para peneliti mempertimbangkan faktor-faktor seperti pendidikan orang tua, tingkat penghasilan, dan kecakapan kognitif umum anak-anak tersebut. Jumlah waktu balita terbangun di malam hari dan waktu total tidur tidak ditemukan memiliki hubungan dengan kecakapan fungsi eksekutif balita.

"Penemuan ini ditambahkan ke peneltian sebelumnya terhadap anak-anak usia sekolah yang menunjukkan bahwa tidur memainkan peran penting dalam perkembangan fungsi-fungsi kognitif yang lebih tinggi yang melibatkan korteks prefrontal otak," menurut ibu Bernier.

Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Child Development.

Seberapa Besar Cintamu Padaku? Sebuah Tes

Seberapa Besar Cintamu Padaku? Sebuah Tes

Tes cinta yang dirancang oleh para ilmuwan yang secara akurat bisa memprediksi apakah suatu hubungan akan sukses.

Seberapa Besar Cintamu Padaku? Sebuah Tes

Para peneliti menggunakan tes tersebut untuk secara tepat memprediksi apakah lebih dari 50 pasangan akan bercerai dalam periode 12 bulan.

Tes tersebut memanfaatan sebuah teknik kata psikologis untuk menemukan apa yang benar-benar dipikirkan orang-orang tentang pasangan mereka dan seberapa gampang mereka mengasosiasikannya dengan kata-kata positif atau negatif, sebagaimana yang dilansir oleh Telegraph.

Jika seseorang lebih gampang secara otomatis mengasosiasikan kata-kata menyenangkan dengan pasangannya, para ilmuwan menemukan bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih kuat dan cenderung akan tetap bersama.

Namun "pembusukkan hubungan" bisa tetap berpengaruh dan meningkatkan potensi terpendam "resiko perceraian".

Dari 116 orang yang ikut berpartisipasi, 19 orang bercerai dari pasangan mereka yang setara dengan 16 persen, angka yang diprediksi oleh tim peneliti dari Universitas Rochester di Amerika.

Profesor Ronald Rogge yang memprakarsai studi tersebut mengatakan: "Apa yang benar-benar membuatku senang dengan hasil kami ialah bahwa pengukuran kami nampaknya lebih baik memprediksi hasil-hasilnya daripada apa yang orang-orang katakan kepada kami tentang hubungan mereka.

"Orang-orang yang memamerkan perasaan-perasaan negatif kepada pasangannya cenderung tujuh kali lipat akan bercerai pada tahun berikutnya."

Dalam tes ini, para relawan diminta untuk mengisi kuisioner tentang hubungan mereka serta menjalani tes asosiasi kata.

Studi sebelumnya tentang hubungan menemukan bahwa sulit untuk mencari tahu seberapa puaskah seseorang dalam hubungannya karena orang-orang akan mengatakan kepada para ilmuwan hal-hal berbeda dari apa yang mereka rasakan sebenarnya.

Prof. Rogge mengatakan: "Kesulitan mengenai hal itu ialah hal tersebut mengasumsikan bahwa mereka tahu seberapa bahagiannya mereka, dan hal itu bukan selamanya demikian.

"Yang lebih parah lagi, banyak orang tidak mau mengatakan kepada anda jika mereka mulai merasa kurang bahagia dalam hubungan mereka."

Namun, para ilmuwan meyakini tes baru mereka, dengan menggunakan asosiasi kata dan batasan waktu akan menginformasikan refleksi perasaan partisipan yang sebenarnya.

Prof. Rogge mengatakan: "Hal tersebut memberikan kita kilasan unik mengenai bagaimana perasaan orang-orang tentang pasangan mereka yang memberikan kita informasi yang tak dapat atau tak mau diberikan."

Tes tersebut didasarkan pada suatu teknik yang sering digunakan untuk menentukan rasisme atau bias yang merupakan perasaan-perasaan yang sulit diakui kepada diri mereka sendiri atau kepada para peneliti.

Para peneliti memberikan nama pasangannya dan melihat pada layar monitor ketika tiga jenis kata ditampilkan, kata-kata yang baik seperti "damai" atau "saling berbagi", kata-kata tidak baik seperti "kematian dan tragedi", atau nama pasangan mereka.

Para partisipan menjalani dua tes yaitu menekan tombol spasi ketika mereka melihat kata-kata yang baik atau kata-kata yang berkaitan dengan pasangan dan menekan tombol spasi ketika mereka melihat kata-kata yang tidak baik dan kata-kata yang berhubungan dengan pasangan.

Secara total ada 222 relawan yang berpartisipasi walaupun 116 relawan mengikuti survey lanjutan untuk mengetahui apakah mereka tetap bersama 12 bulan kemudian.

Pemikir Memiliki Otak Yang Berbeda

Pemikir Memiliki Otak Yang Berbeda

Berpikir itu baik, tapi jangan terlalu banyak, kata para ilmuwan.

Pemikir Memiliki Otak Yang Berbeda

Orang-orang yang berpikir lebih banyak, memiliki sel-sel lebih banyak di bagian otak yang dikenal sebagai frontal lobes.

Para ilmuwan Inggris dalam publikasinya di Science melihat bagaimana ukuran otak berbeda tergantung pada seberapa banyak orang berpikir tentang keputusan-keputusan.

Namun sebuah survei nasional di Inggris baru-baru ini menemukan bahwa orang-orang tertentu berpikir terlalu banyak tentang kehidupan seperti yang dilansir oleh BBC.

Ingatan atau memori orang-orang ini kurang baik dan mereka mungkin juga depresi.

Stephen Fleming yang merupakan anggota tim University College London (UCL) yang melakukan penelitian itu mengatakan: "Bayangkan anda ada dalam acara kuis 'Who wants to Be a Millionaire' dan anda tak yakin dengan jawaban anda. Anda bisa menggunakan kesempatan untuk bertanya kepada audiens untuk membantu."

Tim London meminta 32 orang relawan untuk membuat keputusan-keputusan yang sulit. Mereka harus melihat dua gambar hitam dan abu-abu yang sangat mirip dan memilih mana yang lebih terang.

Kemudian mereka harus mengatakan seberapa yakinkah mereka terhadap jawaban mereka dalam skala satu hingga enam. Meski sulit untuk melihat perbedaannya, gambar-gambar tersebut diatur agar supaya tingkat kesulitannya sama untuk semua relawan.

Orang-orang yang lebih yakin dengan jawaban mereka memiliki sel-sel otak lebih banyak di bagian depan otak yang dikenal dengan anterior prefrontal cortex.

Bagian otak ini dihubungkan dengan banyak gangguan atau penyakit mental dan otak, termasuk autisme. Studi-studi sebelumnya melihat bagaimana bagian ini berfungsi ketika orang membuat berbagai keputusan dalam kondisi nyata, tapi tidak pada perbedaan antara individu.

Penelitian tersebut merupakan yang pertama memperlihatkan bahwa ada perbedaan fisik di antara orang-orang dengan memperhitungkan seberapa besar bagian ini. Perbedaan-perbedaan ukuran ini berkaitan dengan seberapa banyak mereka memikirkan keputusan mereka sendiri.

Para peneliti berharap bahwa mengetahui lebih banyak tentang jenis perbedaan ini bisa membantu orang-orang yang mengalami gangguan mental.

Rekan peneliti Dr. Rimona Weil dari Institut Kognisi Neurosains UCL mengatakan: "Saya pikir hal itu memiliki implikasi penting bagi pasien-pasien gangguan mental yang mungkin tidak mempunyai wawasan cukup tentang penyakit mereka sendiri."

Dia menambahkan bahwa mereka berharap bisa meningkatkan kemampuan para pasien untuk mengenali bahwa mereka memiliki suatu penyakit dan tidak lupa untuk mendapatkan pengobatan.

Namun, memikirkan berlebihan tentang pikiran anda sendiri barangkali tidaklah baik seluruhnya.

Psikolog kognisi Dr. Tracy Alloway dari Universitas Stirling yang tidak terlibat dalam studi terbaru itu mengatakan bahwa beberapa orang memiliki kecenderungan untuk memikir-mikirkan terlalu berlebihan dan hal ini mengarah kepada resiko depresi.

Lebih dari 1.000 orang mengambil bagian dalam sebuah studi nasional yang menghubungkan satu jenis ingatan yang disebut "ingatan aktif" kepada kesehatan mental.

Ingatan aktif melibatkan kemampuan untuk mengingat potongan-potongan informasi untuk waktu singkat, tapi juga ketika anda mengingat potongan-potongan informasi itu anda melakukan sesuatu terhadap informasi itu.

Misalnya anda mungkin harus mengingat informasi tentang di mana anda melihat bentuk-bentuk dan warna-warna dan juga menjawab pertanyaan seperti apa bentuk-bentuk dan warna-warna itu terlihat.

Mereka yang memiliki ingatan aktif kurang baik yaitu 10-15% orang-orang yang hanya bisa mengingat dua hal, cenderung mempertimbangkan hal-hal dan memikir-mikirkan berlebihan.

Temuan-temuan ini dipresentasikan di Festival Sains Inggris yang dilaksanakan tahun ini di Universitas Aston di Birmingham.

Manusia Hidup Hingga 1000 Tahun

Manusia Hidup Hingga 1000 Tahun

Jika kita bisa menghentikan kemerosotan fisik seiring bertambahnya umur, ahli biologi molekular Aubrey de Grey melihat bahwa tak ada alasan mengapa manusia tidak harus hidup hingga 1000 tahun

Manusia Hidup 1000 Tahun

Dengan jenggot dan pendapatnya yang kokoh, ada sesuatu yang mirip dengan nabi-nabi pada zaman perjanjian lama dengan Aubrey de Grey. Namun ahli gerontologi yang mempelajari proses penuaan mengatakan bahwa keyakinannya bahwa dia mungkin hidup hingga 1000 tahun tidak diperolehnya dalam keyakinan/kepercayaannya, tapi dalam sains. De Grey mempelajari ilmu komputer di Universitas Cambridge, tapi menjadi tertarik dengan masalah penuaan lebih dari sepuluh tahun lalu dan merupakan rekan pendiri Institut SENS (Strategies for Engineered Negligible Senescence) yang merupakan organisasi nonprofit berpusat di A.S. seperti yang dilansir oleh Guardian.

Apa yang salah dengan menjadi tua?

Sederhananya, orang jadi sakit ketika bertambah tua. Saya sering bertemu orang-orang yang mau menderita penyakit kardiovaskuler atau apalah, dan kita mendapatkan hal-hal itu sebagai akibat akumulasi lama dari berbagai tipe kerusakan molekular dan selular. Hal ini tidak berbahaya pada tingatan rendah tapi akhirnya hal itu menyebabkan penyakit dan cacat pada usia lanjut yang kebanyakan orang pikir tidak menyenangkan.

Apakah ini merupakan krisis kesehatan terbesar yang dihadapi dunia?

Sama sekali ya. Jika kita melihat pada dunia industri, pada dasarnya 90% semua kematian disebabkan karena penuaan. Hal-hal tersebut merupakan kematian dari sebab-sebab yang mempengaruhi para lansia dan tidak berpengaruh pada para dewasa muda. Jika kita melihat di seluruh dunia, angka kematian yang terjadi tiap hari sekitar 150.000 dan sekitar dua per tiga dari angka tersebut disebabkan karena penuaan.

Mengapa dunia tidak mengenali ini?

Orang-orang telah mencoba mengklaim bahwa kita bisa menaklukkan penuan sejak lama, dan mereka tidak mencapai kesuksesan. Ada kecenderungan untuk berpikir bahwa ada sesuatu yang tak terhindarkan tentang penuaan. Hal tersebut entah bagaimana melebihi kemampuan teknologi kita dalam prinsip yang sama sekali omong kosong.

Lalu ketika orang berdamai dengan hal mengerikan ini yang akan terjadi pada diri mereka di masa yang akan datang, mereka cenderung untuk menjadi agak enggan untuk menanyakan kembali ketika seseorang muncul dengan gagasan baru.

Apakah tubuh kita berhenti menjadi proaktif dengan kehidupan?

Pada dasarnya, tubuh memang memiliki perlengkapan anti penuaan alami tapi tidak 100% secara luas, jadi hal tersebut memperkenankan sejumlah kecil berbagai jenis kerusakkan molekular dan selular terjadi dan berakumulasi. Tubuh memang mencoba sekuat mungkin untuk melawan hal-hal ini tapi ini tak dapat bertahan. Jadi kita tidak akan bisa melakukan apapun secara signifikan tentang penuaan tanpa interfensi teknologi tinggi yang akan saya lakukan.

Penuaan melibatkan proses metabolisme, dan kemudian kemerosotan, dan kemudian patologi, benarkah?

Pada dasarnya, hal itu benar. Metabolisme melibatkan jaringan rumit proses biokimia dan sel yang terhubung dan hal tersebut berhasil membuat kita tetap hidup selama proses itu, tapi ada efek sampingnya.

Efek samping tersebut mulai bahkan sebelum kita lahir, efek itu tetap ada di segala penjuru kehidupan dan termanifestasi sebagai contoh, akumulasi dari berbagai tipe sampah molekul dalam dan luar sel, atau hanya sebagai sel yang mati dan tidak secara otomatis diganti oleh pembelahan sel lain. Bertahap perubahan-perubahan pada tingkat molekul dan sel berakumulasi dan akhirnya menghalangi metabolisme, dan di sanalah muncul patologi.

Anda telah mengidentifikasi tujuh bagian tertentu pembusukan sel yang mungkin bisa diatasi. Dapatkah anda memberikan contohnya?

Saya baru menyebutkan sel-sel mati dan tidak secara otomatis diganti, itu satu. Lainnya yaitu sel tidak mati ketika mereka seharusnya mati, beberapa tipe sel tertentu seharusnya berganti dan seringkali sel-sel tersebut kehilangan kemampuan untuk merespon sinyal yang mengatakan bahwa mereka harus mati.

Yang ketiga yaitu sel-sel membelah terlalu banyak, mereka mungkin mati ketika mereka harus tapi membelah terlalu banyak, dan itu yang disebut kanker.

Kita tahu penyebab kanker untuk beberapa waktu tapi lama untuk mencari penyembuhannya, bukankah demikian?

Saya tentunya tidak mengklaim bahwa satupun dari hal ini gampang. Beberapa di antaranya lebih gampang tapi saya selalu memandang kanker sebagai aspek tunggal tersulit dari penuaan yang harus diperbaiki.

Anda berbicara tentang memperkaya kehidupan orang, tapi bukankah kematian yang membuat kehidupan kita berharga?

Itu adalah omong kosong. Faktanya ialah orang tak mau sakit. Saya adalah orang yang praktis. Saya tak mau sakit dan saya tak mau anda sakit dan itu yang saya maksud. Saya tidak membahas umur panjang, saya membahas membuat orang tetap sehat. Satu-satunya perbedaan antara karya saya dan keseluruhan profesi medis ialah bahwa saya pikir kita ada dalam penemuan membuat orang tetap sehat sehingga pada umur 90 mereka tetap terbangun dalam kondisi fisik yang sama ketika berumur 30, dan kemungkinan mereka tidak terbangun di suatu pagi tidak lebih tingi dari sebelumnya ketika berumur 30 tahun.

Anda mengatakan anda pikir orang pertama yang hidup hingga 1000 tahun mungkin sudah hidup. Mungkinkah orang itu adalah anda?

Hal itu mungkin bahwa orang-orang seusia saya 40an cukup muda untuk mendapatkan manfaat dari terapi ini. Saya memberikannya 30 atau 40% kemungkinan. Namun itu bukanlah hal yang memotivasi saya melakukan hal ini, saya melakukannya karena saya tertarik menyelamatkan 100.000 jiwa sehari.

Dapatkah bumi mengatasi orang-orang yang hidup begitu lama?

Hal itu tergantung pada keseimbangan angka kelahiran dan kematian. Kita tidak membutuhkan waktu lama untuk membatasi angka kelahiran setelah kita lebih kurang mengeliminasi kematian bayi 100 atau 150 tahun lalu. Saya tidak melihat bahwa itu merupakan pikiran sehat untuk menganggap resiko penghentian populasi sebagai alasan untuk tidak memberikan orang-orang layanan kesehatan terbaik yang bisa kita berikan.

Wanita Bisa Mengenali Suara Rayuan

Wanita Bisa Mengenali Suara Rayuan

Wanita bisa mengetahui ancaman terhadap hubungannya dari suara wanita lain, menurut para antropolog.

Suara Rayuan Wanita
Prediksi akurat suara rayuan wanita. Foto Alamy

Dalam sebuah studi, para pria yang mendengarkan pemutaran rekaman suara wanita, menilai bahwa nada-nada yang lebih tinggi adalah yang paling menarik, terlebih ketika diminta untuk memilih siapa yang akan difavoritkan mereka untuk kencan satu malam tanpa ikatan.

Ketika wanita mendengarkan tingkat nada suara yang sama, wanita bisa secara akurat memprediksi mana yang paling menarik bagi pria.

Para peneliti di Universitas Negara Bagian Pennsylvania meyakini bahwa suara tinggi wanita mungkin telah berevolusi ke suara muda, menggoda dan menarik bagi calon pasangan.

"Hasil ini mendukung prediksi kita bahwa wanita menggunakan karakteristik suara untuk melacak potensi ancaman saingannya," kata Dr. David Puts yang merupakan seorang antropolog yang memimpin studi tersebut seperti yang dilansir oleh Telegraph.

"Menurut para peneliti, aktris seperti Renee Zellweger dan Jennifer Tilly memiliki jenis suara yang membuat pria tertarik dan wanita merasa terancam.

Penemuan itu yang dipublikasikan di jurnal Kepribadian dan Perbedaan Individual mengindikasikan bahwa suara tinggi wanita bisa memberikan tanda kemudaan dan kesuburan bagi pria yang mendengarkan, seperti halnya suara berat pria diyakini menandakan supremasi.

"Karena pria lebih memilih suara feminin, seseorang mungkin juga mengharap bahwa wanita yang berlomba mencari perhatian pria akan meninggikan femininitas suara dengan meninggikan nada dan warnanada suaranya," tambah para peneliti.

Pria Dengan Jari Manis Lebih Panjang Cenderung Kaya

Pria Dengan Jari Manis Lebih Panjang Cenderung Kaya

Ingin tahu apakah seorang pria kaya? Lihatlah ukuran jarinya daripada dompetnya, menurut penelitian baru.

Pria Dengan Jari Manis Lebih Panjang Cenderung Kaya

Semakin panjang jari manis dibandingkan dengan bagian tangan lain khususnya jari telunjuk, maka peluangnya lebih besar bahwa dia merupakan tipe orang yang rajin dan giat yang menghasilkan banyak uang.

Hal tersebut juga menunjukkan peluang lebih besar bahwa dia merupakan tipe pria "pekerja keras, pemain keras" yang tidak mengiyakan kata "tidak" baik dalam hal mengamankan transaksi keuangan atau dalam usaha memenangkan hati seorang gadis.

Di lain pihak, para wanita yang ingin bermain aman, memilih untuk tetap lengket dengan seorang pria yang memiliki jari telunjuk yang lebih panjang karena dia cenderung dapat diandalkan yang tidak mengambil resiko, walaupun mungkin sedikit membosankan. Demikian seperti yang dikutip dari Telegraph, Rabu (10/11/10).

Para peneliti Perguruan Tinggi menemukan bahwa kadar testosteron mempengaruhi rasio panjang jari baik pria maupun wanita, tapi hanya pria yang karakter pribadinya juga terhubung secara langsung dengan kadar tersebut.

Para pria yang memiliki rasio rendah jari manis telunjuk, lebih tinggi testosteron yang menjadikan mereka pria alfa.

Para pria ini diketahui merupakan pengambil resiko besar tapi dengan keinginan kuat untuk menang apakah tentang bermain pasar modal atau bermain squash, menurut temuan studi tersebut.

Para akademisi di Universitas Concordia Kanada mengukur panjang jari dan perbedaan kepribadian 415 pria dan wanita untuk jurnal Kepribadian dan Perbedaan Individual.

Para pria alfa yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuknya merupakan pengambil resiko besar di semua bidang kehidupan mereka.

Sering kali ini merupakan tipe pria yang dicari para wanita, kata peneliti Eric Stenstrom, karena mereka terlihat sehat, kaya dan tegas, tambahnya.

Dia mengatakan: "Penemuan kami menunjukkan satu hubungan antara testosteron tinggi dan pengambilan resiko di antara pria dalam tiga bidang: rekreasi, sosial dan keuangan.

"Para pria yang tangkas mengambil resiko dalam bidang olahraga, hubungan dengan orang-orang dan uang menjadi menarik bagi lawan jenis, karna para wanita cenderung tertarik dengan para pria yang sehat, tegas dan kaya.

"Hal yang menarik ialah bahwa kecenderungan ini dipengaruhi oleh eksposur testosteron yaitu lebih banyak testosteron dalam kandungan bisa membawa kepada lebih banyak resiko di lantai perdagangan di kehidupan yang akan datang."

Namun para wanita tidak menunjukkan perbedaan perilaku apapun ukuran jari mereka, menurut studi tersebut.

Profesor Gad Saad yang merupakan pemimpin peneliti mengatakan: "Pada wanita, kedua jari tersebut biasanya hampir sama ukurannya, ketika diukur dari lipatan paling dekat dengan telapak tangan ke ujung jari. Pada para pria, jari manis cenderung lebih panjang dari jari telunjuk.

"Studi sebelumnya menghubungkan kadar testosteron tinggi dengan perilaku beresiko dan kesuksesan keuangan.

"Kami menginvestigasi hubungan antara testosteron sebelum lahir dan berbagai kecenderungan resiko. Penemuan kami menunjukkan satu hubungan antara testosteron tinggi dan pengambilan resiko di antara para pria dalam tiga bidang yaitu rekreasi, sosial dan keuangan."

Studi sebelumnya yang dilakukan oleh Universitas Cambridge menunjukkan bahwa para banker di Kota lebih sukses jika mereka memiliki jari manis yang lebih panjang. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka mengambil lebih banyak resiko dan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan pasar.

Rekan peneliti Zack Mendenhall mengatakan: "Eksposur testosteron sebelum melahirkan tidak hanya mempengaruhi perkembangan otak janin tapi juga memperlambat pertumbuhan jari telunjuk relatif dengan kalkulasi keempat jari kecuali ibu jari."

Pria Kurang Seksi Jika Dibesarkan Bersama Para Wanita

Pria Kurang Seksi Jika Dibesarkan Bersama Para Wanita

Pria yang dibesarkan bersama banyak saudari perempuan menjadi kurang seksi, menurut penelitian.

Pria Kurang Seksi

Memiliki banyak saudari kandung tidak membuat pria menjadi kurang heteroseksual, akan tetapi perilaku dan bahasa tubuhnya bisa saja terlihat kurang jantan atau maskulin ketimbang pria yang dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang didominasi oleh para lelaki keras dan tangguh.

Para peneliti menemukan bahwa perbandingan atau rasio laki-laki dan perempuan dalam sebuah keluarga yang tumbuh bersama dapat mempengaruhi perilaku seksual (dari pada seksualitas) seorang anak laki-laki yang jumlahnya lebih kurang.

Gen-gen bisa menentukan kepribadian dan perilaku tapi lingkungan selama tahap awal kehidupan "membentuk perilaku/kepribadian tersebut" menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science.

Sebuah tim yang terdiri dari sekumpulan psikolog dari Universitas Texas bereksperimen dengan para tikus yang baru lahir. Mereka memisahkan para tikus tersebut ke kawanan yang didominasi para jantan, para betina atau kawanan yang sebanding.

Mereka menemukan bahwa perilaku seksual lebih banyak dipengaruhi oleh rasio jantan dan betina kawanan tersebut tempat para tikus itu dibesarkan ketimbang tempat lahir para tikus tersebut.

Menyangkut masalah perkawinan, tikus-tikus jantan yang dibesarkan dalam kawanan yang lebih banyak kerabat betina kurang meluangkan waktu untuk kawin ketimbang para tikus yang dibesarkan di antara tikus jantan atau dalam kawanan yang sebanding.

Hal ini disebabkan para tikus tersebut tidak diajak untuk melakukan hal demikian oleh para betina yang memberi sinyal ketersediaan mereka dengan cara menggoyang telinga atau meloncat-loncat dengan cepat, cara berkomunikasi hewan pengerat untuk mengatakan ayo!

David Crews, sang penulis pemberitaan tersebut mengatakan: "Apabila para betina ingin kawin dengan seekor jantan, para betina tersebut akan melakukan gerakan yang disebut loncat cepat. Para betina menggoyang-goyang telinga. Hal tersebut mendorong rasa suka para jantan. Para betina kurang melakukan hal ini ketika bersama tikus jantan yang tumbuh dalam kawanan yang lebih banyak betinanya."

"Apa yang berlaku pada tikus-tikus bisa saja memiliki implikasi bagi manusia juga, tambahnya. Hal tersebut memberitahukan anda bahwa keluarga itu penting, termasuk berapa banyak saudara dan saudari yang anda miliki, dan interaksi di antara individu-individu tersebut. Keluarga sangat penting dalam pembentukan kepribadian. Lingkungan tempat anda dibesarkan tidak menentukan kepribadian tapi membantu membentuknya."

Gaya Menggoda Tentukan Hubungan

Gaya Menggoda Tentukan Hubungan

Gaya Menggoda bisa mempengaruhi jenis hubungan yang akan dijalani, menurut penelitian.

Gaya Menggoda Tentukan Hubungan
Foto: Flickr

Para peneliti menemukan mereka yang menggunakan gaya menggoda yang suka bermain dan dengan gerakan fisik cenderung menarik perhatian yang mencari hubungan jangka pendek yang tidak serius, sedangkan gaya menggoda yang sopan dan tulus bisa menarik perhatian pasangan untuk hubungan jangka panjang.

Penemuan tersebut diperoleh dari sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 5.100 orang, dengan mengamati cara mereka mengkomunikasikan ketertarikan romantis, sebagaimana yang dilainsir oleh Telegraph, Senin (01/11/2010).

Mereka mengisi kuisioner tentang cara menggoda serta riwayat hubungan mereka.

Jeffrey Hall dari Universitas Kansas menemukan ada lima jenis gaya menggoda yang berbeda yaitu tradisional, dengan fisik, tulus, bermain-main, dan sopan.

Walaupun semua orang memamerkan aspek tiap-tiap gaya, bagi kebanyakan orang satu aspek akan mendominasi aspek lainnya dan hal ini bisa berpengaruh terhadap tipe orang tersebut serta hubungan yang tertarik dengan apa yang dilakukan olehnya.

Dr. Hall mengatakan bahwa jika anda tidak menyukai tipe orang yang tertarik dengan apa yang anda lakukan, mungkin itu berarti bahwa anda harus mengubah teknik menggoda anda agar bisa sukses mendapatkan apa yang anda sukai.

"Gaya menggoda memang cenderung merefleksikan kepribadian dan kami tidak mengatakan bahwa anda dapat mengubah gaya anda sepenuhnya tapi beberapa perubahan bisa membantu anda mendapatkan orang yang tepat untuk menjalin hubungan," katanya.

"Dalam beberapa cara, bagian paling awal menjalin hubungan sangatlah penting bagi kesuksesan hubungan jangka panjang termasuk pernikahan."

Mengatasi Kegelisahan Waktu Ujian

Para pelajar mencetak nilai lebih tinggi setelah menuliskan kecemasan mereka sebelum ujian.

Mengatasi Kegelisahan Waktu Ujian

Para pelajar sekolah menengah atas dan perguruan tinggi beranjak dari situasi menakutkan menuju kegemilangan dalam tes-tes besar dengan cara menuliskan ketakutan ujian sebelumnya, menurut penelitian baru.

Sebagaimana manuver Heimlich untuk mengatasi ketercekikan dalam tekanan, menulis kekhawatiran yang berhubungan dengan tes selama 10 menit sebelum mengikuti suatu ujian besar nampaknya mengeluarkan kekhawatiran itu dan membuka jalan untuk pencapaian yang lebih tinggi, ungkap psikolog Gerardo Ramirez dan Sian Beilock, dari Universitas Chicago, seperti yang dilansir ScienceNews (13/01/11).

Menuliskan ketakutan yang tak terucap mengenai kegagalan dan kegelisahan yang terkait memperkenankan para pelajar untuk mengevaluasi kembali kekhawatiran tersebut dan mengesampingkannya selama melakukan sebuah tes, Ramirez dan Beilock mengemukakan dalam edisi 14 Januari jurnal Science.

"Menulis tentang kegelisahan akan tes atau ujian secara substansial dapat meningkatkan nilai tes para pelajar dan mencegah ketercekikan yang menakutkan," tutur Beilock.

Ramirez dan Beilock menyediakan bukti pertama tentang orang-orang mendapatkan keuntungan instan dari penulisan eksperesif, kata psikolog James Pennebaker dari Universitas Texas di Austin. Penelitian dia sebelumnya menghubungkan menulis tentang konflik pribadi dan trauma selama beberapa hari pada awal semester perkuliahan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan nilai akhir semester.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang depresi yang menulis tentang pengalaman pribadi yang menekan selama beberapa bulan secara progresif lebih kurang merefleksikan tentang topik-topik melankoli.

Tidak jelas apakah para pelajar yang mengalami kegelisahan tes dapat secara berulang meningkatkan nilai ujian mereka melalui penulisan ekspresif, catat Beilock.

Pennebaker setuju. "Sebagaimana intervensi baru, ada sebuah kemungkinan kuat bahwa keefektifan dari latihan meulis berkurang seiring waktu," katanya.

Selama dua tahun ajaran berturut-turut di sekolah menengah atas Midwestern, Ramirez dan Beilock meminta para guru untuk secara acak menugaskan salah satu dari dua latihan menulis kepada pelajar yang totalnya berjumlah 106 orang untuk mengikuti ujian akhir biologi. Tiap pelajar meluangkan waktu 10 menit menuliskan pikiran dan perasaan tentang ujian yang akan datang atau sebuah deskripsi tentang topik biologi yang mereka duga tidak akan ada dalam ujian.

Dalam kuisioner yang diberikan enam minggu sebelum ujian akhir, 54 pelajar melaporkan kekhawatiran atau kecemasan konstan tentang mengikuti dan mungkin gagal dalam ujian.

Di antara para pelajar yang gelisah, mereka yang menulis tentang perasaan yang berhubungan dengan ujian mendapatkan nilai rata-rata 6 persen lebih tinggi pada tes akhir tersebut daripada mereka yang menulis tentang topik biologi. Para penulis ekspresif mendapatkan rata-rata B+ pada ujian akhir, sedangkan para penulis biologi mendapatkan B-.

Mereka yang khawatir yang menulis tentang perasaan mereka mendapatkan nilai akhir sama tingginya dengan para pelajar yang melaporkan sedikit atau tidak ada kecemasan sama sekali tentang ujian. Para siswa yang gelisah mendapatkan nilai sekitar 6 persen di bawah rekan-rekan mereka yang tidak khawatir dalam tiga ujian pertengahan hingga ujian akhir, sebuah penurunan yang disebabkan penulisan tentang kegelisahan tes.

Tak ada latihan menulis apapun yang menyebabkan para pelajar yang sedikit cemas tentang tes mendapatkan nilai yang lebih tinggi.

Dalam sebuah eksperimen lab terpisah, Ramirez dan Beilock awalnya memberikan tes matematika tekanan rendah dan kemudian tekanan tinggi kepada 47 mahasiswa dengan kemampuan matematika sebanding. Pada tes tekanan rendah, para mahasiswa diberitahukan untuk melakukan yang terbaik. Pada tes tekanan tinggi, yang dirancang untuk meningkatkan kecemasan tes, para relawan diberitahukan bahwa hasil tes mereka akan menentukan seberapa besar uang yang akan diberikan oleh yang melakukan eksperimen.

Para partisipan yang meluangkan 10 menit menulis pikiran mereka tentang tes tekanan tinggi sebelum melakukannya meningkatkan nilai mereka secara substansial lebih dari apa yang mereka peroleh pada tes tekanan rendah. Akan tetapi, dibandingkan dengan hasil tes tekanan rendah, nilai turun dengan jelas pada tes tekanan tinggi bagi para mahasiswa yang menulis tentang kejadian emosional lain dalam hidup mereka, atau yang tidak menulis apa-apa.

Bukti Kronestesia atau Perjalanan Waktu Mental

Bukti Kronestesia atau Perjalanan Waktu Mental

Kemampuan untuk mengingat masa lalu dan membayangkan masa depan dapat secara signifikan mempengaruhi keputusan seseorang dalam kehidupan. Para ilmuwan merujuk kemampuan otak untuk memikirkan tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagai "kronestesia", atau perjalanan waktu mental, walaupun sedikit diketahui tentang bagian-bagian otak mana yang menyebabkan pengalaman sadar ini.

Kronestesia atau Perjalanan Waktu Mental

Dalam sebuah studi baru, para peneliti menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional untuk menyelidiki hubungan saraf perjalanan waktu mental dan memahami sifat atau ciri waktu mental di mana "perjalanan" metaforis ini terjadi.

Para peneliti yakni Lars Nyberg dari Universitas Umea di Umea, Swedia, Reza Habib dari Universitas Illinois Selatan di Carbondale, Illinois, dan Alice S. N. Kim, Brian Lveine, dan Endel Tulving dari Universitas Toronto di Toronto, Ontario, mempublikasikan hasil studi mereka di edisi baru Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Perjalanan waktu mental terdiri dari dua rangkaian proses independen: 1. hal-hal yang menentukan konten setiap aksi seperti 'perjalanan': apa yang terjadi, siapa "para aktornya", di mana aksi itu terjadi; hal itu mirip dengan konten tentang menonton sebuah film yakni segala sesuatu yang anda lihat pada layar; dan 2. hal-hal yang menentukan momen waktu subyektif di mana aksi tersebut terjadi, yakni masa lampau, masa kini, atau masa depan." Demikian seperti yang dikatakan Tulving kepada Physorg (22/12/10).

"Dalam neurosains kognitif, kita tahu sedikit tentang ruang yang dirasa, diingat, diketahui, dan dibayangkan," katanya. "Kita pada dasarnya tidak tahu tentang waktu yang dirasa, diingat, diketahui, dan dibayangkan. Ketika anda mengingat sesuatu yang anda lakukan tadi malam, anda secara sadar tahu bukan saja kejadian yang terjadi dan bahwa anda berada 'di sana', sebagai pengamat atau partisipan ('memori episodik'), tapi juga bahwa hal tersebut terjadi kemarin, yaitu pada waktu yang sudah tak ada lagi. Pertanyaan yang timbul ialah, bagaimana anda tahu bahwa hal tersebut terjadi pada waktu lain yang bukan 'sekarang'?"

Dalam studi mereka, para peneliti meminta beberapa subyek yang terlatih untuk secara berulang memikirkan tentang berjalan di suatu lingkungan yang dikenal pada salah satu kondisi di masa lalu yang dibayangkan, masa lalu yang nyata, masa kini, atau masa depan yang dibayangkan. Dengan menjaga konten yang sama dan hanya mengganti waktu mental di mana hal tersebut terjadi, para peneliti dapat mengidentifikasi bagian-bagian otak mana yang terkorelasi dengan memikirkan tentang kejadian yang sama pada waktu berbeda.

Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa wilayah pada korteks lateral parietal kiri, korteks depan kiri, dan serebelum, begitu juga dengan talamus, diaktifkan secara berbeda-beda ketika para subyek memikirkan tentang masa lampau dan masa depan dibandingkan dengan masa kini. Secara khusus, aktifitas otak sangat mirip dengan memikirkan semua tentang waktu-waktu bukan masa kini (masa lalu yang dibayangkan, masa lalu nyata, dan masa depan yang dibayangkan).

Oleh karena waktu mental merupakan produk atau hasil otak manusia dan berbeda dari waktu eksternal yang diukur oleh jam dan kalender, para ilmuwan juga menyebut waktu ini dengan "waktu subyektif". Secara definisi, kronestesia merupakan sebuah bentuk kesadaran yang memperkenankan orang untuk berpikir tentang waktu subyektif ini dan secara mental berjalan di dalamnya.

Beberapa penelitian sebelumnya mempertanyakan apakah konsep waktu subyektif benar-benar diperlukan bagi pemahaman kesamaan dalam aktifitas otak selama memikirkan masa lalu dan masa depan dibandingkan dengan memikirkan masa kini. Beberapa studi sebelumnya mengindikasikan bahwa kemampuan otak untuk mengkonstruksi adegan, dan bukan waktu subyektif, dapat menjelaskan kemampuan untuk memikirkan tentang kejadian-kejadian masa lalu dan masa depan. Namun, karena konstruksi adegan konstan dalam studi ini, hasil baru mengindikasikan bahwa kemampuan otak untuk memahami waktu subyektif sebenarnya diperlukan untuk menjelaskan bagaimana kita memikirkan tentang masa lalu dan masa depan.

"Hingga saat ini, proses-proses yang menentukan isi dan proses yang menentukan waktu belum dipisahkan dalam studi pencitraan saraf fungsional kronestesia; secara khusus, belum ada studi di mana bagian-bagian otak terlibat dalam waktu saja, ketimbang waktu bersama-sama dengan aksi, telah diidentifikasi," kata Tulving. "Konsep 'kronestesia' pada dasarnya merupakan hal baru. Oleh karena itu, saya katakan, hasil terpenting studi kami ialah penemuan baru bahwa nampaknya ada bagian-bagian otak yang lebih aktif pada masa lalu (yang dibayangkan) dan masa depan (yang dibayangkan) ketimbang pada masa kini (yang dibayangkan). Intinya, kami menemukan beberapa bukti kronestesia. Sebelum kami melakukan studi ini, sama sekali mungkin untuk membayangkan bahwa kami tidak menemukan apa-apa!"

Dia menambahkan bahwa, pada tahap ini, terlalu dini untuk membicarakan tentang implikasi atau aplikasi yang mungkin tentang pemahaman bagaimana otak memikirkan tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.

"Kami berharap, studi kami ini merupakan yang pertama meletakkan batu fondasinya dan yang lain akan mengikuti," katanya. Penemuan kami, seperti yang saya singgung di atas, bersifat menjanjikan, tapi harus direplikasi, dicek validitas dan reliabilitasnya, dan di atas semuanya itu, diperluas ke kondisi dan situasi lainnya, sebelum kami bisa mulai memikirkan tentang implikasi serta aplikasinya."